E-commerce

Perkembangan Teknologi Informasi telah berhasil menciptakan infrastruktur informasi baru. Internet memiliki beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi, misalnya dalam hal kenyamanan, kecepatan data, akses 24 jam sehari, efisiensi, alternatif ruang dan pilihan yang tanpa batas, personalisasi, sumber informasi dan teknologi yang potensial dan lain lainnya.
Dalam konteks bisnis, internet membawa dampak transformasional yang menciptakan paradigma baru dalam dunia bisnis berupa ‘Digital Marketing’
Awal tahun 1990-an komersialisasi di internet mulai berkembang pesat mencapai jutaan pelanggan, maka muncullah istilah baru electronic commerce atau lebih dikenal e-Commerce. Riset center e-Commerce di Texas University menganalisa 2000 perusahaan yang online di internet, sektor yang tumbuh paling cepat adalah e-Commerce, naik sampai 72% dari $99,8 Milyar menjadi $171,5 Milyar. Di tahun 2006 pendapatan di Internet telah mencapai angka triliunan dollar, benar-benar angka yang menakjubkan.
Salah satu alasan pesatnya perkembangan bisnis online adalah adanya perkembangan jaringan protokol dan sofware dan tentu saja yang paling mendasar adalah meningkatnya persaingan dan berbagai tekanan bisnis.

E-commerce terbagi atas dua segmen yaitu
-Business to business e- commerce (perdagangan antar pelaku usaha)
-Business to consumer e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha dengan konsumen

Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.

Manfaat E-Commerce :
· Revenue stream baru
· Market exposure, melebarkan jangkauan
· Menurunkan biaya
· Memperpendek waktu product cycle
· Meningkatkan customer loyality
· Meningkatkan value chain

·
Kelemahan E-Commerce
-Isu security
-Pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan pencurian data.
-Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan,
-Ketidaktepatan waktu pengiriman barang
-No cash payment.
-Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi perkembangan e-commerce.
-Masalah kultur, yaitu sebagian masyarakat kurang merasa puas bila tidak melihat langsung barang yang akan dibelinya.
· * Meskipun banyak hambatan, e-commerce tidak dapat dihindari karena merupakan tuntutan dari masyarakat
* Masih banyak peluang dalam e-commerce
* Masih banyak hambatan. Namun hambatan bisa diubah menjadi peluang

HAMBATAN / TANTANGAN E-COMMERCE
Internet Bust!
· Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung (bubble)
· Banyak model bisnis yang belum terbukti namun ramai-ramai diluncurkan. Akhirnya hancur dengan matinya banyak perusahaan dotcom
· Pengalaman buruk sehingga membuat orang lebih berhati-hati
· Peluang: membuat model bisnis baru?
Infrastruktur Telekomunikasi
· Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal
· Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi
· Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru

Delivery Channel
· Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak “tikus”
· Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
· Jangkauan daerah pengiriman barang
· Peluang : pengiriman barang yang terpercaya
Kultur & Kepercayaan
· Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog
· Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual
· Perlu mencari barang-barang yang tidak perlu dilihat secara fisik.
Misal : buku, kaset, …
Kultur & Kepercayaan [2]
· Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis
· Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat
· Peluang: model bisnis yang sesuai dengan kultur orang Indonesia, membuat sistem pembayaran baru, pembayaran melalui pulsa handphone
Security
· Masalah keamanan membuat orang takut untuk melakukan transaksi
· Persepsi merupakan masalah utama
· Ketidak mengertian (lack of awareness) merupakan masalah selanjutnya
· Merupakan topik tersendiri …
Munculnya Kejahatan Baru
· Penggunaan kartu kredit curian / palsu
· Penipuan melalui SMS, kuis
· Kurangnya perlindungan kepada konsumen
· Hukum? Awareness?
· Kurangnya kesadaran (awareness) akan masalah keamanan
Ketidakjelasan Hukum
· Masih belum tuntas status dari
· Digital signature
· Uang digital / cybermoney
· Status hukum dari paper-less transaction
· [de]Regulasi
Efek terhadap kehidupan
· Kemajuan teknologi komputer dan komunikasi seharusnya meningkatkan tingkat kualitas hidup kita. Kenyataannya…
· Bekerja lebih panjang
· Pekerjaan dibawa pulang: no life, single terus….
· Melebarnya jurang si kaya dan si miskin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: